Hijamah, Seruan Malaikat yang Terlupakan

Ditulis Oleh : Joko Rinanto

Dalam rangka memperingati perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, masyarakat muslim Indonesia menggelar berbagai acara yang bersifat seremonial setiap tahunnya.Bahkan untuk mengenang hari bersejarah tersebut, pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai hari libur nasional. Isra Miraj yang jatuh pada tanggal 27 Rajab seringkali diperingati dengan menggelar khutbah di mana para ustadz, kiyai, ulama senantiasa mengingatkan bagaimana peristiwa Isra Miraj terjadi dan apa dampaknya bagi kehidupan manusia setelahnya.

Bagi kita yang telah mengalami perayaan Isra Miraj ini, mungkin sudah tidak asing bahwa dalam khutbah ataupun ceramah dalam rangka memperingati Isra Miraj disebutkan bagaimana sejarah ditetapkannya sholat lima waktu dalam satu hari.  Perintah sholat lima waktu memang memiliki keistimewaan dikarenakan perintah itu ditetapkan di langit pada malam Isra.

Bagi saya, dari sekian tahun yang berlalu dengan melewati peringatan Isra Miraj akan tetapi ada satu peristiwa dalam perjalanan Isra Miraj yang terlupakan oleh ummat. Entah karena memang riwayat tersebut telah ditinggalkan atau memang secara tidak sengaja tidak diberitakan kepada ummat, menurut saya keistimewaan pada perintah pengerjaan amalan yang juga dianjurkan pada peristiwa Isra memiliki peranan penting bagi penyehatan ummat.

Hijamah, adalah pesan Isra yang sekian lama terlupakan dan entah dari sejak kapan hal ini tidak lagi disyi’arkan. Padahal seruan tersebut datang pada malam Isra dan diserukan oleh malaikat untuk kebaikan ummat.

“Setiap kali aku melewati sekelompok orang pada malam Al-Isra, pasti mereka berkata, “Hai Muhammad, perintahkan ummatmu untuk menggunakan Hijamah!”. (H.R. Ibnu Majah)

“Jibril alaihissalam memberitahuku bahwa Hijamah adalah pengobatan yang paling bermanfaat yang dilakukan oleh manusia”. (H.R. Hakim)

Hijamah atau yang sering disebut bekam, secara historis telah banyak dipraktekkan oleh masyarakat di Indonesia. Hijamah sendiri dapat diartikan sebagai proses pengeluaran darah kotor atau materi lain dari dalam tubuh seseorang dengan sayatan atau jarum pada pembuluh darah kapiler dengan alat bekam (Syurthotu mihjam) sebagaimana yang telah di sunnahkan oleh Nabi Muhammad SAW.

Kemanfaatan hijamah begitu banyak seperti yang telah disebutkan oleh Rasulullah SAW : “Hendaknya kalian melakukan bekam di titik qumahduwah di bagian tengkuk, karena itu dapat menyembuhkan tujuh puluh dua macam penyakit”. (H.R. At-Thabrani)

Namun seringkali ummat Islam yang mengamalkannya tidak mengerti landasan dalilnya bahkan tidak mengerti bahwa anjuran berobat dengan bekam adalah sunnah sehingga orang yang melakukannya akan mendapatkan pahala dengan pahala mengerjakan amalan sunnah.

Oleh karena itu ketika kita telah mengetahui betapa mulianya perintah hijamah yang ternyata juga diamanahkan pada malam Isra, maka hendaknya ummat Islam mensyi’arkan dan mengingatkan pula bahwa amalan ini jangan sampai dilupakan sebagai bagian dari buah perjalanan Isra.

Kelak ketika kita mengetahui betapa bermanfaatnya upaya penyehatan ummat dengan menggunakan hijamah, kita tidak lagi selalu berkata berobat dengan barang yang haram adalah “boleh” karena selalu dikatakan darurat seolah tidak ada jalan lain untuk memperoleh kesembuhan kecuali dengan barang haram padahal di sisi lain Nabi Muhammad SAW meninggalkan warisan budaya penyehatan yang begitu banyaknya dan hijamah termasuk di dalamnya.

“Kesembuhan bisa diperoleh dengan tiga cara : Dengan meminum madu, dengan pembekaman, dengan besi panas, dan aku melarang ummatku (menggunakan) pengobatan dengan besi panas”. (H.R. Bukhari)

2 responses to this post.

  1. Posted by laura on 24 Februari 2010 at 7:57 AM

    Asalamualaikum

    Saya sudah 2x bekam di sini, tapi satu hal pertanyaan yang ingin sekali saya ajukan, bagaimana ya proses sterilisasi peralatan bekam di naturaid? Bisa mohon penjelasannya? Krn proses ini tidak bisa dipungkiri amat openting, misalnya apakah jarum penusuknya sekali pakai, dan bagaimana steril tabung2nya. Terima kasih, maaf sebelumnya

    Balas

    • Walaikum Salam Warahmatullahi Wa Barokatuh

      Untuk masalah sterilitas alat-alat kami insya Allah kami menjaga beberapa hal. Untuk jarum bekam kami pakai hanya sekali dan itu telah menjadi aturan main di naturaid depok bagi seluruh karyawan yang melakukan terapi pembekaman.
      Mengenai alat-alat kop, karena terbuat dari plastik, sterilisainya kami lakukan dengan memberikan desinfektan yang terutama dapat mendenaturasi protein. Dalam hal ini denaturasi protein berfungsi merusak darah yang dapat menjadi medium pertumbuhan mikroorganisme dan merusak plasma sel mikroorganisme terutama yang bersifat parasit. Karena terbuat dari plastik maka sterilisasi tidak menggunakan oven ataupun autoclave(sterilisasi panas basah) yang dikhawatirkan dapat merusak elemen plastik. Untuk alat yang terbuat dari logam, insya Allah di tempat kami telah terdapat oven untuk mensterilisasi alat logam.
      Selebihnya, untuk perangkat lainnya, kami buat peraturan pembersihan tempat tidur bekam dan peralatan lain secara berkala. Jika terdapat hal-hal lain yang bersifat pembersihan, kami mengutamakan kaidah thaharah terutama hal-hal yang bersifat najis seperti darah.

      Mungkin itu sedikit penjelasan dari kami, mohon maaf jika masih kurang memadai. Jazakallah Khairan Katsiran.
      “Administrator”

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: